Bagaimana Menulis Essay Lima Paragraf

Apa kabar teman-teman? Terima kasih sudah hadir di rangkang Abu. Ayoo...apa yang mau kalian diskusikan hari ini? Sebenarnya Abu kurang sehat, tapi tak apa-apa kalau kita ngobrol-ngobrol dikit tentang Menulis Essay Lima Paragraf. Bagaimana, tertarik, tidak?

Para penulis profesional sebenarnya sangat jarang menulis essay lima paragraf, bentuk tersebut biasanya khusus diberikan kepada para siswa untuk mengatur dan mengembangkan ide-ide mereka secara tertulis. Menulis essay lima paragraf merupakan cara yang sangat berguna terutama dalam menulis secara cepat dan jelas, khususnya untuk menjawab pertanyaan ujian dalam bentuk essay. Lalu, bagaimana bentuk essay lima paragraf tersebut?

Seperti sudah pernah disinggung dalam posting sebelumnya, dalam menulis sebuah essay juga berlaku bentuk umum, yaitu terdiri dari pengantar, tiga paragraf utama sebagai tubuh tulisan, dan kesimpulan. Mari kita bahas satu per satu.

Pengantar 
Sebuah pendahuluan yang baik harus dimulai dengan diskusi umum tentang subjek kalian, sehingga mengarah pada pernyataan yang sangat spesifik tentang poin utama tulisan kalian. Tapi, kadang-kadang sebuah essay dimulai dengan grabber atau sesuatu yang menarik perhatian pembaca, sesuatu yang menantang, atau cerita mengejutkan  untuk menangkap perhatian pembaca.

Pernyataan tersebut harus dalam bentuk satu (atau paling banyak dua) kalimat sebagai titik keseluruhan argumen kalian, ditulis secara singkat, apa sebenarnya poin utama yang ingin anda sampaikan. 

Sebagai contoh, saat menulis essay tentang pentingnya airbag di mobil, kata pendahuluan mungkin dapat dimulai dengan beberapa informasi tentang kecelakaan mobil dan tingkat kelangsungan hidup pengemudinya. Boleh juga dengan memaparkan contoh tentang seseorang yang selamat dari kecelakaan yang mengerikan karena airbag. Pernyataan ini akan secara singkat menyebutkan alasan utama untuk merekomendasikan airbag, dan setiap alasan perlu dibahas dalam tubuh utama essay.

Tubuh utama tulisan
Setiap paragraf utama harus fokus pada satu ide, alasan, atau contoh yang mendukung kesimpulan kalian. Setiap paragraf harus memiliki kalimat yang jelas (tesis mini yang menyatakan gagasan utama paragraf) saat membahas dan menjelaskank fokus utama tulisan. Kalau perlu gunakan rincian dan contoh-contoh spesifik sehingga ide-ide kalian semakin jelas dan meyakinkan.

Kesimpulan 
Dalam bagian kesimpulan, kalian mulai dengan menyajikan kembali ide utama tulisan kalian, tapi pastikan dengan menggunakan kata sendiri bukan mengulangi kembali kalimat pernyataan. Lalu, kalian tambahkan beberapa kalimat yang menekankan pentingnya topik dan pentingnya pandangan kalian. Pikirkan tentang apa gagasan atau perasaan apa yang ingin kalian tinggalkan untuk para pembaca. Kesimpulannya adalah kebalikan dari pengenalan, mulai dengan hal yang sangat spesifik lalu ke hal yang lebih umum hingga selesai.

Transisi
Transisi menghubungkan antara satu paragraf dengan paragraf yang lain, terutama dalam tubuh tulisan. Keduanya tidak efeksi kalau hanya melompat dari satu ide ke ide berikutnya, kalian perlu menggunakan ujung satu paragraf dan/atau awal paragraf berikutnya untuk menunjukkan hubungan antara kedua ide tersebut .

Antara setiap paragraf dan satu paragraf berikutnya, kalian butuh transisi. Hal ini dapat dibangun untuk kalimat topik paragraf berikutnya, atau dapat menjadi kalimat penutup yang pertama. Ia bahkan bisa menjadi sedikit dari keduanya. Untuk mengungkapkan hubungan antara dua paragraf, pikirkan untuk menggunakan kata-kata dan frase membandingkan yang sangat kontras.

Apakah paragraf pertama menjelaskan pro dan kontra? (' di sisi lain...') 
Apakah paragraf kedua menjelaskan sesuatu yang lebih penting? (' lebih penting....') 
Sebuah contoh sejarah sebelumnya (' bahkan sebelum [topik pertama], [topik kedua]') 
Pertimbangan yang berbeda? (uang versus waktu). 

Pikirkan tentang topik kalian dan brainstorming sampai kalian menemukan hubungan yang paling relevan di antara hal tersebut.

Anda juga memerlukan beberapa jenis transisi dari paragraf terakhir ke kesimpulan. Salah satu caranya adalah dengan meringkas tiga paragraf utama tulisan dengan beberapa paragraf pengingat lainnya. Kalian tidak perlu untuk menyatakan topik sepenuhnya (yang datang dalam kesimpulan) tetapi kalian dapat merujuk ke detail, atau contoh atau karakter sebagai cara untuk menarik ide-ide kalian bersama-sama dan menandakan bahwa kalian bersiap-siap untuk menyimpulkan. []

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post